Pesantren Kilat

Pengertian pesantren kilat di kalangan sekolah.

WORSHOP SAGUSABLOG LANJUTAN

Workshop online SAGUSABLOG Lanjutan Satu Guru Satu Blog media pembelajaran berbasis Blog

IGI

IKATAN GURU INDONESIA

Kamis, 26 Februari 2026

Peran Orang Tua sebagai Madrasah Pertama dalam Pendidikan Karakter Islam

Peran Orang Tua sebagai Madrasah Pertama dalam Pendidikan Karakter Islam


Pernahkah kita mendengar ungkapan, “Anak adalah cermin orang tuanya”? Ungkapan ini terasa sangat nyata ketika kita melihat perilaku anak sehari-hari. Cara anak berbicara, bersikap, bahkan menyelesaikan masalah sering kali meniru apa yang ia lihat di rumah. Karena itulah, dalam Islam, orang tua disebut sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.


Sebelum anak mengenal guru di sekolah, sebelum ia memahami aturan sosial di masyarakat, rumah sudah lebih dulu menjadi tempat belajar. Di sanalah karakter mulai dibentuk—bukan lewat teori, tetapi lewat keteladanan dan kebiasaan. Artikel ini akan mengulas secara mendalam peran orang tua dalam pendidikan karakter Islam serta langkah praktis yang bisa diterapkan di rumah.

Makna Madrasah Pertama dalam Islam

Istilah madrasah pertama menggambarkan betapa besarnya tanggung jawab orang tua dalam pendidikan karakter. Anak belajar pertama kali tentang:
  • benar dan salah,
  • sopan dan tidak sopan,
  • jujur dan tidak jujur,
semuanya dari lingkungan keluarga.
Dalam Islam, orang tua tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga menjaga dan membimbing akhlaknya. Pendidikan karakter di rumah menjadi fondasi bagi keberhasilan pendidikan di sekolah.

Landasan Pendidikan Karakter dalam Keluarga

Al-Qur’an mengajarkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membimbing generasi. Pendidikan karakter dalam keluarga tidak harus selalu berupa nasihat panjang, tetapi bisa diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari yang penuh nilai.

Keteladanan Orang Tua sebagai Kunci Utama

Anak adalah peniru ulung. Ia meniru apa yang dilihat, bukan hanya apa yang didengar. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi metode pendidikan karakter paling efektif.
Jika orang tua:
  • berkata jujur,
  • menepati janji,
  • bersikap sabar,
maka anak pun akan belajar melakukan hal yang sama tanpa merasa digurui.

Sebaliknya, jika orang tua sering berkata tidak jujur meskipun untuk hal kecil, anak akan menganggap kebohongan sebagai sesuatu yang wajar. Inilah sebabnya pendidikan karakter harus dimulai dari perbaikan diri orang tua terlebih dahulu.

Kebiasaan Kecil di Rumah yang Membentuk Karakter Anak

Pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan program khusus. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten memiliki dampak besar. Beberapa contoh kebiasaan positif di rumah antara lain:
  • Membiasakan salam saat keluar dan masuk rumah
  • Berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas
  • Mengucapkan terima kasih dan meminta maaf
  • Menyelesaikan masalah dengan musyawarah
Kebiasaan sederhana ini mengajarkan nilai sopan santun, tanggung jawab, dan empati secara alami.

Disiplin yang Dibangun dengan Kasih Sayang

Disiplin dalam Islam tidak identik dengan kekerasan. Disiplin yang dibangun dengan kasih sayang justru membuat anak merasa aman dan dihargai. Ketika anak merasa dihargai, ia akan lebih mudah menerima nilai-nilai karakter yang ditanamkan.

Kesalahan Pola Asuh yang Perlu Dihindari

Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan pola asuh yang sering terjadi tanpa disadari, di antaranya:
  • Menuntut anak berakhlak baik, tetapi orang tua tidak memberi contoh
  • Terlalu sering memarahi anak tanpa menjelaskan kesalahannya
  • Membandingkan anak dengan saudara atau teman lainnya
Kesalahan-kesalahan ini dapat menghambat pembentukan karakter anak dan bahkan melukai kepercayaan diri mereka.

Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter akan lebih kuat jika ada keselarasan antara rumah dan sekolah. Nilai yang diajarkan di sekolah sebaiknya diperkuat di rumah, begitu pula sebaliknya.
Orang tua dapat:
  • Berkomunikasi aktif dengan guru
  • Menanyakan perkembangan sikap anak di sekolah
  • Mendukung aturan dan pembiasaan yang diterapkan di sekolah
Dengan sinergi yang baik, anak akan menerima pesan nilai yang konsisten dan tidak membingungkan.

Tantangan Orang Tua di Era Modern

Di era digital, tantangan orang tua semakin kompleks. Anak mudah terpapar berbagai informasi dan contoh perilaku yang belum tentu sesuai dengan nilai Islam.

Solusi Islami Menghadapi Tantangan Zaman

Beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua:
  • Mendampingi anak saat menggunakan gadget
  • Membatasi waktu layar secara bijak
  • Menanamkan nilai Islam sebagai filter utama
Pendampingan yang tepat akan membantu anak tetap memiliki karakter kuat meskipun hidup di tengah arus teknologi.

Kesimpulan

Orang tua sebagai madrasah pertama memegang peran sangat penting dalam pendidikan karakter Islam. Melalui keteladanan, kebiasaan positif, dan komunikasi yang penuh kasih sayang, orang tua dapat membentuk karakter anak yang jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Pendidikan karakter di rumah bukan tugas sesaat, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Ketika rumah menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai Islam, maka anak akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di luar.


Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan kepada orang tua dan rekan guru lainnya. Mari bersama-sama menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang menumbuhkan karakter Islami pada anak.

Selasa, 24 Februari 2026

Kejujuran dalam Islam: Pondasi Utama Pendidikan Karakter Anak

Kejujuran dalam Islam: Pondasi Utama Pendidikan Karakter Anak


Pernahkah kita merasa khawatir melihat anak-anak semakin pandai beralasan ketika melakukan kesalahan? Atau melihat kebiasaan kecil seperti mencontek dan berbohong dianggap hal biasa? Jika dibiarkan, kebiasaan kecil ini bisa tumbuh menjadi masalah besar di masa depan.

Kamis, 12 Februari 2026

Pendidikan Karakter dalam Islam: Fondasi Akhlak Mulia Sepanjang Zaman

Pendidikan Karakter dalam Islam: Fondasi Akhlak Mulia Sepanjang Zaman

Pernahkah kita bertanya, mengapa seseorang bisa sangat pintar tetapi mudah berbuat curang? Atau mengapa anak yang prestasinya biasa saja justru tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan disegani? Jawabannya sering kali bukan pada kecerdasan, melainkan pada karakter.

pendidikan karakter dalam islam
pendidikan karakter dalam islam1
pendidikan karakter dalam islam2
Di tengah tantangan zaman modern yang serba cepat, pendidikan karakter dalam Islam menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Islam tidak hanya mengajarkan apa yang benar dan salah, tetapi juga membentuk kebiasaan baik yang tertanam kuat dalam diri manusia sejak dini. Inilah yang menjadikan pendidikan Islam selalu relevan sepanjang zaman.

Artikel ini akan membahas secara lengkap konsep, nilai, serta penerapan pendidikan karakter dalam Islam yang dapat diterapkan oleh guru, orang tua, dan masyarakat.

Pengertian Pendidikan Karakter dalam Islam

Pendidikan karakter dalam Islam adalah proses pembinaan akhlak yang bersumber dari nilai-nilai Islam agar manusia mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai ajaran Allah SWT. Dalam Islam, karakter dikenal dengan istilah akhlak, yaitu perilaku yang muncul secara spontan karena sudah tertanam kuat dalam hati. Berbeda dengan pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif, pendidikan karakter Islam menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Tujuan akhirnya bukan sekadar manusia cerdas, tetapi manusia yang berakhlak mulia.

Karakter sebagai Tujuan Pendidikan Islam

Islam memandang pendidikan sebagai sarana membentuk manusia seutuhnya. Ilmu tanpa akhlak dapat menyesatkan, sedangkan akhlak tanpa ilmu bisa melemahkan. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi inti dari pendidikan Islam.

Landasan Pendidikan Karakter dalam Islam

Al-Qur’an sebagai Sumber Nilai Karakter

Al-Qur’an merupakan sumber utama pendidikan karakter dalam Islam. Di dalamnya terdapat banyak perintah dan kisah yang mengajarkan kejujuran, kesabaran, keadilan, tanggung jawab, serta kasih sayang. Nilai-nilai tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi ditujukan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, pendidikan karakter memiliki arah yang jelas dan tujuan yang luhur.

Keteladanan Rasulullah SAW

Nabi Muhammad adalah contoh sempurna pendidikan karakter. Beliau dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, sabar, dan penuh kasih sayang. Pendidikan karakter paling efektif dalam Islam adalah keteladanan, karena anak belajar lebih cepat dari apa yang ia lihat dibandingkan apa yang ia dengar.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 33/21

Rabu, 28 Januari 2026

Materi PAIdBP kelas 5 - Bab 6 Hidup Damai dalam Kebersamaan




Soal Pilihan Ganda PAI Kelas V
Bab 6: Hidup Damai dalam Kebersamaan


1. Surah Al-Imran ayat 64 berisi ajakan kepada Ahli Kitab untuk ….
   a. meninggalkan agama mereka
   b. menyembah malaikat
   c. bersatu dalam satu kalimat untuk menyembah Allah
   d. berperang dengan kaum muslimin

2. Yang dimaksud Ahli Kitab dalam Surah Al-Imran ayat 64 adalah ….
   a. umat Islam
   b. orang musyrik
   c. Yahudi dan Nasrani
   d. kaum Quraisy

3. Inti ajaran yang ditekankan dalam Surah Al-Imran ayat 64 adalah ….
   a. akhlak
   b. tauhid
   c. muamalah
   d. sejarah

4. iman berarti ….
   a. percaya kepada manusia
   b. menyembah banyak tuhan
   c. percaya kepada Allah
   d. percaya kepada malaikat

5. Contoh menyekutukan Allah adalah ….
   a. berdoa kepada Allah
   b. beribadah dengan ikhlas
   c. meminta kepada berhala
   d. membaca Al-Qur’an

6. Surah Al-Baqarah ayat 256 menjelaskan tentang ….
   a. kewajiban shalat
   b. larangan riba
   c. tidak ada paksaan dalam agama
   d. perintah puasa

7. Makna la ikraha fid din adalah ….
   a. tidak boleh shalat
   b. tidak ada paksaan dalam agama
   c. agama itu berat
   d. iman harus dipaksa

8. Sikap yang sesuai dengan Surah Al-Baqarah ayat 256 adalah ….
   a. memaksa teman masuk Islam
   b. menghormati keyakinan orang lain
   c. mengejek agama lain
   d. melarang orang beribadah

9. Thaghut adalah ….
   a. jalan yang lurus
   b. segala sesuatu yang disembah selain Allah
   c. kitab suci
   d. malaikat

10. Orang yang beriman kepada Allah diibaratkan ….
   a. memegang tali rapuh
   b. tidak punya pegangan
   c. berpegang pada tali yang kuat
   d. mudah terpengaruh

11. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui artinya ….
   a. Allah hanya mendengar
   b. Allah hanya mengetahui
   c. Allah mengetahui yang tampak saja
   d. Allah mendengar dan mengetahui segala sesuatu

12. Tujuan hidup damai dalam kebersamaan adalah ….
   a. mencari musuh
   b. menimbulkan konflik
   c. menciptakan kerukunan
   d. memecah belah

13. Contoh hidup damai di sekolah adalah ….
   a. bertengkar dengan teman
   b. menghormati perbedaan
   c. mengejek teman
   d. memilih-milih teman

14. Jika Ahli Kitab menolak ajakan tauhid, sikap umat Islam adalah ….
   a. memaksa mereka
   b. memerangi mereka
   c. tetap berserah diri kepada Allah
   d. membenci mereka

15. Sikap toleransi dalam Islam berarti ….
   a. mengikuti semua agama
   b. menghormati perbedaan tanpa memaksakan
   c. meninggalkan iman
   d. mencampur ibadah

16. Hidup damai dapat terwujud jika kita ….
   a. egois
   b. saling menghargai
   c. suka marah
   d. memaksakan kehendak

17. Mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan termasuk rukun iman ke ….
   a. pertama
   b. kedua
   c. ketiga
   d. keempat

18. Manfaat hidup rukun adalah ….
   a. hidup terasa berat
   b. banyak musuh
   c. hidup tenteram
   d. mudah bertengkar

19. Perilaku yang mencerminkan persatuan adalah ….
   a. bekerja sama
   b. bermusuhan
   c. bertengkar
   d. menyendiri 

20. Pesan utama pada materi Bab 6 adalah ….
   a. hidup sendiri lebih baik
   b. hidup damai dan bertoleransi
   c. kaya itu penting
   d. menang sendiri

klik link kehadiran siswa PJJ dibawah ini  

baca juga : 

Senin, 26 Januari 2026

Materi PAI dan Budi Pekerti kelas 6 Materi: Hadis Keragaman






Soal Pilihan Ganda

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti – Kelas VI
Materi: Hadis Keragaman

1. Keragaman di Indonesia meliputi perbedaan …
a. Bahasa dan pekerjaan

b. Suku, ras, dan agama

c. Hobi dan makanan

d. Umur dan tinggi badan

2. Sebagai umat Islam, kita harus menyikapi keragaman sebagai …
a. Masalah
b. Ancaman
c. Kehendak Allah Swt.
d. Persaingan

3. Sikap yang tepat dalam menghadapi keragaman adalah …
a. Membeda-bedakan teman

b. Menjauhi yang berbeda
c. Bersikap toleran
d. Memaksakan pendapat

4. Nabi Muhammad Saw. mengajarkan toleransi dengan cara …
a. Memaksa semua orang masuk Islam

b. Mengabaikan orang lain
c. Melindungi orang yang terzalimi
d. Menyalahkan agama lain

5. Hadis keragaman diriwayatkan oleh …
a. Imam Muslim
b. Imam Tirmidzi
c. Imam Abu Dawud
d. Imam Bukhari

6. Hadis tentang agama yang dicintai Allah diriwayatkan dari sahabat …
a. Abu Hurairah
b. Umar bin Khattab
c. Ibnu Abbas
d. Ali bin Abi Thalib

7. Dalam hadis disebutkan bahwa agama yang paling dicintai Allah adalah …
a. Agama yang keras
b. Agama yang banyak aturan
c. Al-Hanafiyyah As-Samhah
d. Agama yang paling lama

8. Arti Al-Hanafiyyah As-Samhah adalah …
a. Agama yang kuat
b. Agama yang lurus dan toleran
c. Agama yang sempurna
d. Agama yang keras

9. Islam disebut agama yang lurus karena …
a. Mengajarkan kekerasan
b. Mengajarkan jalan yang baik dan benar
c. Mengutamakan kelompok tertentu
d. Menghindari perbedaan

10. Salah satu isi pokok hadis keragaman adalah …
a. Islam melarang perbedaan
b. Islam mengajarkan toleransi
c. Islam membatasi pergaulan
d. Islam hanya untuk satu suku

11. Contoh penerapan hadis keragaman adalah …
a. Memilih teman yang seagama saja
b. Mengejek perbedaan
c. Berbuat baik kepada siapa saja
d. Menolak pendapat orang lain

12. Sikap saling menghargai perbedaan menunjukkan perilaku …
a. Egois
b. Toleran
c. Acuh tak acuh
d. Keras kepala

13. Mengakui persamaan derajat manusia berarti …
a. Semua orang harus sama
b. Semua manusia setara di hadapan Allah
c. Orang tertentu lebih tinggi
d. Tidak perlu menghormati orang lain

14. Sikap yang tidak sesuai dengan hadis keragaman adalah …
a. Menghormati perbedaan
b. Memaksakan kehendak
c. Bersikap sopan
d. Berbuat baik

15. Dalam kehidupan sekolah, sikap toleransi dapat ditunjukkan dengan cara …
a. Mengejek teman

b. Tidak mau bekerja kelompok
c. Menghargai pendapat teman
d. Memilih-milih teman

16. Tujuan menghafal hadis keragaman adalah …
a. Agar cepat lupa

b. Untuk pamer
c. Agar dapat diamalkan dalam kehidupan

d. Hanya untuk nilai

17. Hadis keragaman mengajarkan umat Islam untuk …
a. Hidup sendiri
b. Menjauhi Masyarakat
c. Hidup rukun dalam perbedaan
d. Membenci perbedaan

18. Sikap Nabi Muhammad Saw. terhadap nonmuslim adalah …
a. Kasar
b. Memusuhi
c. Toleran dan melindungi
d. Mengusir

19. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain termasuk …
a. Penerapan hadis keragaman
b. Sikap egois
c. Perilaku tercela
d. Sikap acuh

20. Manfaat menerapkan hadis keragaman adalah …
a. Terjadi perpecahan
b. Hidup menjadi tidak tenang
c. Tercipta kerukunan dan kedamaian
d. Banyak konflik

SELAMAT MENGERJAKAN

Selasa, 16 Desember 2025

Belajar Tanggap Darurat Itu Seru! Momen Siswa SDN Menteng Atas 11 Berlatih Mitigasi Bersama BPBD DKI Jakarta


Jakarta, 15 Desember 2025 – Suasana pagi di SDN Menteng Atas 11 terasa berbeda dan penuh semangat. Sekolah kami baru saja menyelenggarakan kegiatan penting bertajuk "Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)" yang bekerja sama langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini kepada seluruh peserta didik. Mengingat posisi geografis kita, pengetahuan mengenai mitigasi bencana adalah hal yang wajib dimiliki, tidak hanya oleh orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak sekolah.

Kamis, 27 November 2025

Soal dan kunci jawaban Pendidikan Agama islam bab 5 kelas 6 SD

Khalifah Abu Bakar As-Sidiq dan Umar Bin Khatab

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.

1. Para khalifah yang melaksanakan tugas pemerintahan setelah Nabi Muhammad Saw. wafat disebut sebagai...
a. Sahabat Nabi
b. Bani Umayyah
c. Khulafaurasyidin
d. Muhajirin dan Ansar
Jawaban : c

2. Berikut ini adalah nama-nama khalifah yang termasuk dalam golongan Khulafaurasyidin, kecuali...
a. Abu Bakar As-Siddiq R.A.
b. Umar bin Khattab R.A.
c. Khalid bin Walid R.A.
d. Ali bin Abi Thalib R.A.
Jawaban : c

3. Nama asli dari Khalifah Abu Bakar As-Siddiq R.A. adalah...
a. Umar bin Khattab
b. Usman bin Affan
c. Abdullah bin Abi Quhafah
d. Ali bin Abi Thalib
Jawaban : c

4. Gelar As-Siddiq yang melekat pada Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad Saw. karena sifat beliau yang...
a. Paling berani di medan perang
b. Selalu membenarkan perkataan yang disampaikan Nabi Saw.
c. Paling kaya di antara sahabat
d. Paling lama menjabat sebagai khalifah

Rabu, 12 November 2025

Mainkan! Game Edukasi PAI Seru: Makanan dan Minum Halal Haram (SD)

Misi Detektif Halal
🕵️‍♂️

MISI DETEKTIF HALAL

Bantu Pak Amir memilah makanan & minuman yang Halal dan Thayyib (baik)!

🕵️‍♂️ Misi Detektif Halal 🕵️‍♀️

MISI 1: RAK MINUMAN

Bantu Pak AMIR! Pilih 3 minuman yang PASTI HALAL untuk dimasukkan ke keranjang.

🥛 Susu Kotak Cokelat (Ada Logo Halal)
🍾 Sari Anggur (Alkohol 5%)
⚡ Minuman Energi (Tidak ada Logo Halal)
💧 Air Mineral (Ada Logo Halal)
🍊 Jus Jeruk Kemasan (Ada Logo Halal)

🕵️‍♂️ Misi Detektif Halal 🕵️‍♀️

MISI 2: MEJA DAGING

Aduh! Dagingnya tercampur! Seret (drag) setiap item ke kotak nampan yang benar.

🥩 Daging Sapi Segar
🥓 Sosis (Logo Babi)
🐟 Ikan Utuh
🐔 Bangkai Ayam (Biru)

✅ NAMPAN HALAL

❌ NAMPAN HARAM

🕵️‍♂️ Misi Detektif Halal 🕵️‍♀️

MISI 3: LORONG JAJANAN

🛒 Kamu (sebagai OZAN) sedang ingin membeli permen. Kamu menemukan permen baru yang terlihat enak, tapi setelah diperiksa... tidak ada Logo Halal-nya. Kamu jadi ragu-ragu.

Apa yang akan kamu lakukan?

🏆

KAMU BERHASIL!

Selamat, Detektif Halal! Kamu telah menyelesaikan semua misi dengan luar biasa!

"Ingat ya! Selalu pilih makanan dan minuman yang sudah pasti Halal dan Thayyib (Baik)!"

Selasa, 14 Oktober 2025

Belajar Halal Haram Kini Jauh Lebih Asyik!


creator: Amir Mujib 



GAME INTERAKTIF PAI

Makanan & Minuman Halal – Haram

Ayo belajar sambil bermain!

Klik tombol “Mulai Bermain” pada gambar roket 🚀


Mari hadirkan suasana belajar yang menyenangkan! Kuis Pendidikan Agama Islam ini mengubah topik Makanan Halal Haram menjadi sebuah permainan visual yang seru.

Siswa pasti suka, kelas pun jadi lebih hidup dan interaktif. Cukup klik roket untuk "Mulai Bermain". Permainan ini akan lebih dahsyat jika ditampilkan di layar besar menggunakan proyektor. Ayo coba sekarang!



Senin, 06 Oktober 2025

Indahnya Menghargai Perbedaan Pendapat Materi Bab 3 kelas 6 SD/MI

Presentasi: Indahnya Menghargai Perbedaan Pendapat

Indahnya Menghargai

Perbedaan Pendapat

Materi PAI & Budi Pekerti Kelas 6

Oleh: Amiruddin Mujib, S.Pd.I

Pernahkah Kamu...

...punya ide yang bagus, tapi ternyata ide temanmu berbeda? Kira-kira apa yang kamu lakukan?

Yuk, Simak Cerita Ini!

Ide OZAN 💡

"Uang kas kita pakai untuk menghias kelas yuk! Biar kelas kita jadi juara kebersihan dan makin nyaman buat belajar!"

Ide ABIM 💖

"Ide bagus! Tapi, teman kita si FADEL lagi sakit. Gimana kalau uang kasnya kita pakai untuk membantu dia dulu?"

Wah, dua-duanya baik ya! Lalu mana yang harus dipilih?

🧠

Apa itu Pendapat LOGIS?

Artinya, pendapatmu haru masuk akal dan punya alasan yang kuat dan tepat.

Bukan hanya karena "pokoknya aku mau ini! / pokoknya aku mau itu!".

🤝

Sikap TASAMUH (Toleransi)

Artinya, kita harus saling menghargai meski punya pendapat yang berbeda.

  • Dengarkan pendapat teman sampai selesai.
  • Jangan memotong pembicaraan orang lain.
  • Sampaikan "tidak setuju" Mu dengan sopan kepada orang lain.

Jadi, Apa Solusinya?

Kita lakukan MUSYAWARAH untuk mencari jalan tengah terbaik!

inilah Hasil Musyawarah OZAN & MARSYA:

"Sebagian uang kas dipakai untuk membeli hiasan kelas yang sederhana namun elegan, dan sebagian lagi disumbangkan untuk FADEL. Nahhh Semua senang deh dengarnya!"

Pesan Penting Hari Ini

"Berani Berpendapat itu Hebat,

Bijak Menghargai itu Jauh Lebih Hebat!"

Berbeda pendapat itu bukan masalah, tapi kesempatan untuk belajar bersama!

Terima Kasih!

Sampai jumpa di pelajaran selanjutnya!

😊👍
Slide 1 / 8